Jangan Khawatirkan Rezekimu

Assalamualaikum.

Allah maha pemeberi rezeki. kita ga boleh khawatir. percaya dalam bahasa arab istilahnya adalah iman. Iman itu dari bahasa aman yang artinya nyaman. Tidak ada rasa gundah, tidak ada gangguan, tidak ada guncangan, tidak ada aib tidak ada keragu-raguan. Maka orang yang beriman hatinya akan aman. orang yang beriman hatinya tentram, orang yang beriman hatinya nyaman.

Kalau kita yakin Allah maha pemberi rizki, maka mengapa kita merasa takut, mengapa kita merasa sedih, mengapa kita merasa khawatir, kenapa kita merasa gundah, kenapa kita merasa was - was. coba tanyakan kepada diri kita "mengapa"?


Berarti kita tidak benar - benar yakin bahwa Allah maha pemberi rizki. Mengapa khawatir? bukankah Allah yang memberi rizki. mengapa kita harus memaksa sesuatu yang Allah benci, kita ambil sesuatu yang Allah larang demi mendapatkan sesuap nasi yang katanya ikhtiar, padahal Allah yang menjamin rizki. bukan pekerjaan yang menjamin rizki, bukan seseorang, bukan siapapun. Melainkan Allahlah yang memberi rizki.



Sehingga orang yang yakin kepada Allah bahwa Allah itu pemberi rizki, dia akan merasa nyaman, tetapi seandainya dia mulai Su'uzon sedikit saja "bisa ga yah saya makan hari ini?" berarti dia sudah Suuzon kepada Allah sang maha pemberi rizki.

"Kalau seandainya saya nanti nikah, saya bisa ga yah memberikan nafkah kepada isteri dan anak - anak  saya?"

 وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. [Ath-Thalaq/65 : 3]

Buat apa lagi khawatir. yang penting laksanakanlah perintah Allah, Jika Allah bilang kerja ya kerja, Allah bilang cari yang halal, ya carilah yang halal. Setelahnya ga usah khawatir. Maka belajar aqidah itu nomor satu dalam agama, disebut sebagai fiqih terbesar.

Maka yang harus kita bangun pertama kali adalah jangan su'uzon kepada Allah. Kalau kita sudah bisa tidak su'uzon kepada Allah maka kita tidak akan su'uzon kepada manusia. kita tidak akan menjelek-jelekkan manusia.

Allah maha pemberi rizki, mengapa mesti ragu? kenapa kita bilang " ini pekerjaan haram, tapi untungnya banyak", berarti makin besar, makin besar dosanya.  Udah, tinggalkan saja pekerjaan ini, cari pekerjaan yang halal. " Terus, saya mau makan apa?". Nah ini yang tidak yakin sama Allah. Ini Su'uzon kepada Allah. Mengapa masih ragu? pasti gara - gara kurang yakin kepada Allah bahwa Allah yang memberi rezeki.

Maka jika sudah yakin kepada Allah, hidup kita akan nyaman, tenang. jangan khawatirkan rezekimu, sesungguhnya Allah maha pemberi rizki. Bukankah kita sering mengucapkan Shadaqallahul-’adzim’ (صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمُ) maknanya adalah “ benarlah Allah yang Maha Agung”

Maka jika yakin kepada Allah, Allah tidak akan pernah mengecewakan hambanya.

references
- https://almanhaj.or.id/1292-allah-akan-mencukupi-semua-urusan-orang-yang-bertawakal-kepada-      nya.html
- Ust. Hanan Attaki
- https://tarjih.or.id/lafal-shadaqallahul-adzim/

Comments

  1. Terima kadih sudah berkunjung... saling menasehati agar tidak mnjadi orang yg merugi.��

    ReplyDelete

Post a Comment